Fabio Capello
Fabio Capello

Sederet Pelatih ‘Menyedihkan’, Dipecat Setelah Meraih Gelar Juara

Posted on

Sepakbola boleh jadi olahraga yang kejam dari kacamata pelatih. Meski sudah mempersembahkan torehan prestasi luar biasa berbentuk gelar juara, pelatih belum pernah aman dari masalah pemecatan. Itulah yang lagi terjadi pada Claudio Ranieri. Pria berkebangsaan Italia tersebut dipecat setelah 9 bulan kemarin mengantar Leicester City memetik gelar juara Liga Primer dengan cara ajaib.

  1. Jose Mourinho: Jose Mourinho dipecat tuk kedua kalinya sebagai pelatih Chelsea musim 2015-2016 usai dia memimpin klub memperoleh gelar Liga Primer musim 2014-2015. Setelah finis ke-3 di musim perdananya setelah balik ke Stamford Bridge, Mourinho serta anak buahnya betul-betul mendominasi Liga Primer di musim selanjutnya dengan memenangi liga usai hanya kalah pada 3 pertandingan. Di musim berikutnya, Mourinho meneken kontrak 4 tahun di klub dan mereka satu kali lagi diharapkan dapat meraih gelar. Tetapi, setelah kalah 9 dari 16 laga di Premier League, Chelsea berencana memecat Jose Mourinho.
  2. Vicente del Bosque: Belum banyak orang yang ingat dengan orang bahkan apa yang sudah ia berikan pada Real Madrid, namun Vincent Del Bosque memiliki karir yang amat sukses sebagai manajer Real Madrid selama penghujung 90an dan awal 2000 usai ia mendapatkan sejumlah trofi prestisius mulai La Liga sampai dengan Liga Champions. Walaupun begitu, Del Bosque tak mampu menjaga pekerjaannya. Usai mengantarkan Madrid memperoleh gelar La Liga ke-29, petinggi Los Blancos berencana memecat eks pemainnya sekedar berselang 48 jam pasca menjadi juara liga domestik. Tapi, mereka kemudian menyesali keputusan itu. Del Bosque lalu menikmati keberhasilan besar menjadi pelatih timnas Spanyol sehabis menjuarai Piala Dunia 2010 serta Euro 2012. Sedangkan Madrid kesulitan merengkuh trofi hingga jadi momen terburuk mereka kedalam 50 tahun masanya.
  3. Louis van Gaal: Louis Van Gaal telah membuktikan dirinya menjadi salah satu pelatih top di Eropa dan walau kesusahan di Manchester United, dia mampu memenangi Piala FA di musim terakhir. Mantan manajer Belanda ini telah meraih banyak kesuksesan di Ajax, Barcelona serta Bayern Munchen. Bahkan dia mampu memenangi Bundesliga serta DFB-Pokal di musim tampilnya dan hampir mensiasati treble setelah kalah dari Internazionale Milan di puncak Liga Champions. Tapi, hal itu tak cukup tuk menyelamatkan pekerjaannya di musim selanjutnya ketika Bayern tertendang di partai 16 besar Liga Champions serta tertinggal dari perburuan titel Bundesliga menjadikan Van Gaal dipecat.
  4. Roberto Di Matteo: Roberto Di Matteo mulanya joint dengan Chelsea sebagai asisten pelatih Andre Villas-Boas musim 2011-2012. Pasca pemecatan Villas-Boas, Pria Italia tersebut diangkat sebagai manajer sementara hingga akhir musim, mengemas Piala FA dan pula membimbing klub memperoleh trofi Liga Champions tuk pertama kalinya. Selesai mempersembahkan prestasi yang fantastis tersebut, Roman Abramovich berencana menawarkan eks pemain Chelsea ini dengan kontrak 2 tahun. Namun, dia tak bisa meneruskan performa yang serupa di musim selanjutnya dan sehabis kalah 3-0 dari melawan Juventus di Liga Champions, yang menjadikan The Blues tersingkir dari kompetisi, Di Matteo kemudian dipecat. Dia cuma bertahan selama tiga bulan sebagai pelatih Chelsea.
  5. Fabio Capello: Sepanjang periode kedua berperan di Real Madrid, Fabio Capello mendarat di klub di saat mereka mengalami puasa gelar terburuk. Usai meraih keberhasilan dengan AC Milan, AS Roma serta periode perdananya di Madrid, mereka optimis Capello bisa mengganti nasib klub dan lelaki Italia ini mampu menjalaninya. Capello mendampingi Madrid mendapat gelar La Liga ke30 pasca timnya menaklukan Mallorca pada pertandingan terakhir musim. Walaupun begitu, ia tak bisa mempertahankan pekerjaannya lalu dipecat sebelum awal musim selanjutnya lantaran petinggi Los Blancos tak puas dengan gaya bermain Capello.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *