Edwin Congo
Edwin Congo

Ini Nih Striker Terburuk di Buku Sejarah Real Madrid

Posted on

Real Madrid punya striker luar biasa banyak dan hebat sepanjang ‘buku’ sejarah berdirinya klub. Dimulai Di Stefano, Hugo Sanchez, sampai Raul Gonzalez sanggup menunjukkan performa yang amat impresif saat berseragam Los Blancos. Walaupun begitu, Madrid pun pernah punya striker yang tak dapat kinclong di Santiago Bernabeu. Mereka tak bisa menunjukkan skill terbaiknya walau berada setim dengan bintang-bintang tinggi yang ada di skuad Madrid. Dibawah ini striker terburuk di buku sejarah Real Madrid.

  1. Nicolas Anelka Nicolas Anelka mempunyai karir yang gemilang di sejumlah klub top Eropa namun tak berhasil ketika bermain di Real Madrid. Sosok Anelka yang terlihat dari PSG direkrut Arsenal tahun 1997 saat 17 tahun dengan harga 500 ribu pounds dan dijual setahun kemudian menuju Real Madrid dengan harga besar 22,3 juta pounds. Datang menjadi seorang wonderkid berbakat, Anelka kandas mencetak gol sepanjang 5 bulan pertama di klub lalu bahkan diskors oleh klub lantaran absen latihan usai berseteru kepada Vicente Del Bosque. Meski pernah kembali ke klub dan bahkan membuat gol pada semifinal Liga Champions vs Bayern Munchen, Anelka tidak disiplin dan keluar dari Ibukota Spanyol seusai satu musim joint tim mudanya PSG. Anelka lalu melanjutkan karirnya dengan main di klub top semacam Liverpool, llau ke Chelsea, dan Manchester City, namun ia tak bisa memberikan pengaruh besar di Madrid.
  2. Antonio Cassano Salah satu pemain bertalenta dari Italia, Antonio Cassano mengukir dua musim di Real Madrid tidak memberikan pengaruh positif pada klub ‘Giant’ Spanyol. Setelah dipekerjakan Los Blancos Januari 2006, Cassano cuma mampu mencetak 3 gol dalam 29 laga. Cassano bahkan bilang Madrid sebagai kesalahan besar dalam hidupnya: “Kesalahan terbesar saya ialah satu setengah tahun joint Real Madrid karena saya mengerjakan segala sesuatu dan lalu merusaknya. Itu merupakan penyesalan besar.” “Saya tergoda dengan penawaran mereka. Bila saya mendengarkan Totti, mungkin saya akan kokoh di Roma hingga 10-15 tahun bersamanya. Itu merupakan nasihat ia kepada saya, dan perlu saya dengar.” Karir Cassano lalu meredup di Madrid sehabis badannya kegemukan lalu kesulitan menembus skuad utama lantaran ada Raul juga Ronaldo Nazario. Walau berbakat, Cassano tak pernah gemilang di Real Madrid dan diasumsikan sebagai seorang pembelian terburuk yang dilakoni Florentino Perez.
  3. Javier Saviola Lebih ngetop saat di Barcelona, Saviola pindah menuju Real Madrid tahun 2007 dengan kontrak 3 tahun. Dikenal lantaran kecepatan keahlian mencetak golnya, Saviola begitu berbakat dan justru menjadi pemain tmuda yang masuk list 125 pemain sepakbola terbaik masih hidup versi Pele. Walau punya bakat luar biasa, Saviola kandas mendapat kesempatan main reguler dan hanya dimainkan pada ajang piala domestik dan sering jadi pemain pelapis. Sewaktu 2 musim di Santiago Bernabeu, pesepakbola Argentina itu sekedar membuat 28 penampilan lalu mencetak 5 gol. Kedatangan Huntelaar menjadikan Saviola akhirnya beralih ke raksasa Portugal Benfica tahun 2009.
  4. Perica Ognjenovic Perica Ognjenovic sempat dianggap jadi salah satu talenta remaja berbakat. Setelah bermain cemerlang dengan Red Star Belgrade, Ognjenovic dipekerjakan Real Madrid tahun 1999 dengan transfer 2,5 juta euro. Usai datang ke ibukota Spanyol, pesepakbola Serbia ini kepadatan mendapatkan kesempatan main reguler sebab Madrid dipenuhi pemain berbakat. Sepanjang 1 setengah musim, Ognjenovic cuma membuat 30 performa dan mencetak 1 gol dalam pentas Copa Del Rey menghadapi Real Zaragosa. Ognjenovic tidak bisa mengerahkan semua potensi terbaiknya serta karirnya makin meredup selesai keluar dari Santiago Bernabeu hingga kerap berpindah-pindah klub jelang memutuskan gantung sepatu di klub Serbia Jargodina tahun 2011.
  5. Edwin Congo Congo direkrut Madrid tahun 1999 usai tampil impresif bersama-sama Once Caldas. Walau dikontrak 3 musim, pemain Kolombia ini cuma semusim ada di Santiago Bernabeu lalu setelah itu dipinjamkan kepada klub lain semisal Real Valladolid serta Toulouse FC. Congo pribadi tak bisa memberikan kontribusi besar pasca didatangkan ke klub. Ia tak pernah diberi kans dalam ajang liga sepanjang memperkuat Los Blancos lalu dilepas ke Levante pada 2002.